CATEGORIES


15
Jul
2013

Iya benar, gambar diatas adalah salah satu dari puluhan parodi visual dari sebuah kemasan merk biskuit ternama yang sudah ada di Indonesia sejak puluhan tahun lamanya. Entah siapa yang pertama memulainya, tetapi jika Anda sudah pernah sedikitnya tersenyum atau bahkan tertawa terpingkal-pingkal melihat parodi tersebut, artinya objektif diciptakannya plesetan ini sudah berhasil dicapai. Oleh karena itu, saya sangat tertarik untuk membedah bagaimana fenomena parodi kemasan biskuit Khong Guan ini bisa terjadi dengan melihat dari perspektif komunikasi.

 

Parodi semacam ini lebih akrab dikenal sebagai internet meme (baca: mim) di kalangan pengguna sosial media. Istilah meme tersebut sendiri diciptakan oleh Richard Dawkins pada tahun 1976 di bukunya yang berjudul The Selfish Gene, yang artinya adalah sebuah konsep atau ide yang menyebar seperti virus dari satu orang ke orang lain.

 

Internet meme ini bentuknya bisa berupa apapun mulai dari sebuah gambar, foto, video, hyperlink, website, sampai hashtag. Walaupun demikian, pengertian meme yang paling populer adalah sebuah gambar yang diberi keterangan lucu yang seringkali mengandung makna sarkasme tentang sebuah kultur atau subkultur. Semakin umum sebuah meme kultur, semakin tinggi pula meme itu memiliki potensi penyebaran cepat.

 

Apalagi belakangan ini proliferasi sosial media tentunya sangat berperan penting dalam kecepatan penyebaran internet meme. Terkadang sebuah parodi dapat menyebar luas rata sampai ke banyak belahan dunia lain hanya dalam hitungan beberapa hari. Sebagian besar internet meme mengandalkan humor dan biasanya menarik bagi orang dewasa karena demografik tersebut adalah kelompok yang biasanya menemukan sebuah internet meme, dapat mengerti makna humornya, dan yang paling penting adalah mereka tergelitik untuk menyebarluaskannya ke orang lain. Dengan menyebarkan ke orang lain, si penyebar ini biasanya dipersepsikan sebagai orang yang kaya akan informasi berharga, sehingga pada akhirnya akan mendapatkan hormat dari para penerima sebaran tersebut.

 

Walaupun demikian, tidak semua internet meme dapat menyebar luas dengan cepat. Serial internet meme Khong Guan sangat sukses penyebarannya karena sudah memenuhi beberapa hal sebagai berikut:

 

1. It’s absolutely hilarious.

Manusia perlu selingan dari rutinitas kantor. Sesuatu yang membuat orang tertawa adalah mood booster yang natural.

 

2. It’s incredible.

Dengan penggunaan software olah digital yang semakin mudah dan canggih, sangat mudah sekali untuk memanipulasi gambar Khong Guan sehingga situasional yang ditampilkan menjadi semakin nyata. Keluarga fiksi Khong Guan yang selama ini berupa gambar bisu seakan-akan menjadi hidup karena mereka berbicara satu dengan yang lain dalam bentuk kotak dialog komik.

 

3. It agrees with our worldview.

Semua orang memiliki opini, dan ketika mereka menemukan konten yang sesuai dengan nilai-nilai tertentu yang memperkuat opini mereka, adalah sangat logis jika mereka kemudian ingin membaginya dengan orang lain yang memiliki pemikiran sama. Dalam hal ini, beberapa meme Khong Guan menampilkan beberapa parodi yang memperkuat persepsi opini publik seperti Syahrini yang selalu ingin tampil maksimum, Arya Wiguna yang selalu berbicara dengan nada marah, Mario Teguh yang selalu berbicara dengan menggunakan kalimat tertentu, dan sebagainya.

 

4. It is relevant with the current trend.

Film adalah merupakan salah satu bentuk entertainment yang dapat mempengaruhi kultur pop dengan cepat. Banyak serial parodi Khong Guan yang terinspirasi dari berbagai macam film.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Indahnya cara beriklan masa kini! :)