CATEGORIES


Siang yang cerah di sebuah Jum’at 13 Juli 2012. Beberapa PBC-ers bersiap meluncur ke FX Jakarta untuk mengikuti seminar “The Joy of Branding” oleh Alan Couldrey, CEO Asia Pacific And The Brand Union. Sesampainya di lokasi, suguhan berbagai jenis camilan sudah menanti. Setelah lama menunggu, akhirnya Alan Couldrey yang ditunggu-tunggu oleh sekitar 50 peserta seminar datang juga. Untuk menghangatkan suasana, Alan menyapa ramah dalam Bahasa Indonesia, “Hai.. apa kabarr?” dan “Terima kasih.” Seisi ruangan kontan penuh dengan tawa mendengar logat uniknya.

 

 

Bagi Alan, brand haruslah selalu bisa diingat oleh seseorang, dan bukan dengan mudah dilupakan begitu saja. “Famous brand is like famous people” ungkap Alan. Ketika  suatu brand sudah terkenal maka brand tersebut akan menjadi bagian dari diri seseorang. Sama halnya dengan seseorang yang menjadi fans untuk artis idolanya, brand pun juga demikian. Seorang konsumen akan menjadi loyal ketika telah menemukan brand yang mampu mengikat hatinya.

 

Alan melanjutkan dengan membahas bahwa dalam proses brand building kita harus stands out, banyak bertanya dan buka telinga lebar-lebar untuk mendengarkan berbagai hal menarik yang banyak dikatakan oleh masyarakat. Untuk menarik kesetiaan para konsumen terhadap brand maka sebuah brand harus memiliki beberapa hal seperti engagement, keunggulan, kinerja, relevansi dan keberadaan. Selain itu brand dapat dikatakan baik jika memiliki beberapa hal berikut: konsisten, terjamin keasliannya, dapat diandalkan, memiliki nilai lebih dari brand lain, identitas brand yang jelas dan bisa dipercaya. Alan juga menambahkan bahwa pengalaman seorang konsumen terhadap brand menjadi hal yang sangat penting karena dapat membuat ikatan antara konsumen dengan brand sehingga konsumen merasa memiliki brand tersebut.

 

Dalam mengakhiri seminarnya Alan memberikan beberapa gambar brand yang memiliki umur cukup lama seperti Chiki, AHA dan Sari Bundo. Kemudian ia menghampiri beberapa peserta seminar dan menanyakan brand apa yang paling diingat dan berkesan. Sekali lagi Alan kembali menghangatkan suasana dengan memunculkan kembali kenangan beberapa peserta seminar terhadap brand tersebut.

 

Akhirnya, dapat kita simpulkan bahwa brand yang berhasil adalah brand yang dapat menarik hati para konsumen sehingga dapat selalu diingat dalam benak konsumen. Agar berhasil, maka suatu brand harus memiliki strategi brilian yang dapat membuat konsumen terkesan dengan brand tersebut, yaitu dengan menciptakan pengalaman antara brand dengan konsumen sehingga terbentuk ikatan yang kuat antar keduanya.

 

The Joy Of Branding

Thanks for sharing, Alan!

 

by Catherine Tan